Ustadz Amanto Surya Langka: Bersyukur Kunci Kemakmuran Bangsa
Palangka Raya-Masjid Darul Arqom Kompleks Perguruan Muhammadiyah Palangka Raya rutin menggelar kajian ba’da Subuh. Kamis, 21 Agustus 2025. Narasumber oleh Ustadz Amanto Surya Langka, Lc, yang menyampaikan materi penting tentang syukur sebagai kunci keberkahan hidup pribadi maupun sebuah bangsa.
Ustadz Amanto mengingatkan jamaah bahwa seorang muslim harus selalu bersyukur dalam keadaan apapun. Allah SWT berjanji akan menambah nikmat bagi hamba yang pandai bersyukur, sebagaimana firman-Nya:
''Ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari-Ku.” (QS. Al-Baqarah: 152).
Dalam sebuah hadis juga ditegaskan, Rasulullah SAW bersabda:“
"Barang siapa yang tidak bersyukur kepada manusia, maka ia tidak bersyukur kepada Allah.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi).
“Bersyukur bukan hanya ketika kita diberi nikmat, tetapi juga dalam setiap keadaan. Termasuk mensyukuri kemerdekaan yang telah Allah anugerahkan kepada bangsa Indonesia,” tutur Ustadz Amanto.
Lebih lanjut, Ustadz Amanto mengisahkan tentang negeri Saba yang disebut dalam Al-Qur’an. Awalnya, negeri itu sangat makmur dengan sumber daya alam melimpah. Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan): ‘Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu adalah) negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.” (QS. Saba: 15).
Namun, masyarakat Saba kemudian kufur nikmat, kembali menyembah bulan, dan lalai menjaga bendungan besar yang menjadi sumber pengairan mereka. Ada riwayat yang menyebut bendungan itu bahkan dibiarkan rusak hingga digerogoti tikus, sementara masyarakatnya meremehkan peringatan. Akibatnya, negeri yang subur itu hancur dan rakyatnya tercerai-berai dalam kemiskinan.
Ratu Bilqis yang memimpin Saba kemudian mendapat hidayah setelah menerima surat dari Nabi Sulaiman AS. Surat itu diawali dengan kalimat basmalah, sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an:
"Sesungguhnya (surat itu) dari Sulaiman, dan sesungguhnya (isi)nya: ‘Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang’.” (QS. An-Naml: 30).
Dari kisah tersebut, Ustadz Amanto menegaskan bahwa Indonesia juga akan menjadi negeri yang makmur jika rakyatnya pandai bersyukur dengan cara mengelola sumber daya alam, meningkatkan kualitas SDM, serta menegakkan hukum dengan adil.
Beliau mengingatkan firman Allah SWT:
"Dan Allah membuat perumpamaan sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat; tetapi penduduknya mengingkari nikmat-nikmat Allah, maka Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.” (QS. An-Nahl: 112).
Menurutnya, kebutuhan dasar manusia di dunia ini adalah rasa aman dan tercukupinya makanan. Jika dua hal ini terjamin, maka kehidupan masyarakat akan tentram.
Ustadz Amanto juga mengingatkan, salah satu penyebab kehancuran suatu negeri adalah tidak tegaknya hukum. Ia mencontohkan peristiwa pada zaman Rasulullah SAW, ketika ada seorang wanita bangsawan mencuri. Sebagian orang mencoba meminta keringanan hukuman. Namun Rasulullah menegaskan:
"Sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kamu adalah apabila ada orang terpandang di antara mereka mencuri, mereka biarkan; dan apabila ada orang lemah mencuri, mereka tegakkan hukum atasnya. Demi Allah, seandainya Fatimah putri Muhammad mencuri, niscaya aku potong tangannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Bersyukur bukan hanya dengan lisan, tetapi juga dengan menjaga amanah, menegakkan keadilan, dan mengelola karunia Allah dengan baik. InsyaAllah, jika Indonesia bersyukur, negeri ini akan menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Beliau juga mengutip pendapat Prof. Mahfudz MD, “bila SDA RI dikelola dg baik dan amanah, tidak dikorupsi, maka per jiwa di Indonesia dapat penghasilan 20 juta/bulan”.
Isi kajian ditulis kembali oleh Muslimah sekretaris PWA Kalteng