PWA Kalteng Gelar Sharing dan Praktik Hasil ToT Perawatan Jenazah Sesuai Sunnah dan Berbasis Kesehat
Palangka Raya, 12 Oktober 2025 M / 19 Rabiul Awal 1447 H— Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Kalimantan Tengah menyelenggarakan kegiatan Sharing dan Praktik Hasil ToT Perawatan Jenazah Sesuai Tarjih dan Perspektif Kesehatan, Ahad (12/10), bertempat di Masjid Mujahidin Muhammadiyah, Jalan Rasak, Panarung, Kota Palangka Raya. Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00 hingga 17.00 WIB ini menjadi bagian dari upaya Aisyiyah meneguhkan dakwah kemanusiaan dan memperkuat kompetensi kader dalam melayani umat, khususnya di bidang perawatan jenazah.
Perawatan jenazah merupakan bagian dari fardhu kifayah yang menjadi kewajiban umat Islam terhadap saudaranya yang telah wafat. Proses ini meliputi memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga menguburkan jenazah dengan tuntunan syariat Islam. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini bekerja sama dengan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Palangka Raya serta RSI PKU Muhammadiyah Palangka Raya.
Kegiatan ini dihadiri lebih dari 50 peserta yang terdiri atas anggota kelompok pengajian Aisyiyah wilayah dan kota Palangka Raya. Adapun narasumber kegiatan adalah Sri Fatmawati, M.Pd, Ketua Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK) PWA Kalimantan Tengah, dan Siti Alimah, S.Si, Kepala Instalasi Perawatan Jenazah RSI PKU Muhammadiyah Palangka Raya. Keduanya didampingi oleh Tim Rukti RSI PKU Muhammadiyah, yang sebelumnya telah mengikuti Training of Trainer (ToT) Perawatan Jenazah tingkat nasional di Jakarta, 2–3 Agustus 2025 / 8–9 Safar 1447 H, bertempat di Pusdiklat PKU Muhammadiyah Cempaka Putih.
Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman peserta mengenai fiqh dan tata cara perawatan jenazah sesuai manhaj tarjih Muhammadiyah dan perspektif kesehatan, membekali peserta dengan keterampilan praktis, serta membangun jejaring pelatih perawatan jenazah Aisyiyah–Muhammadiyah di Kalimantan Tengah secara berkelanjutan.
Dalam penyampaian materinya, Ibu Sri Fatmawati, M.Pd menekankan pentingnya setiap keluarga memiliki anggota yang mampu melakukan praktik perawatan jenazah secara mandiri dan benar. “Salah satu bagian penting dari perawatan jenazah adalah orang yang memandikan jenazah ialah orang yang terdekat dengan jenazah,” ujarnya. Ia juga mengutip sabda Rasulullah SAW:
“Barang siapa memandikan mayit kemudian ia menunaikan amanat dengan tidak menyebarkan aib mayit maka ia akan keluar dari dosa-dosanya seperti saat dia dilahirkan ibunya. Hendaknya mayit dimandikan oleh orang yang lebih dekat kekerabatannya dengan mayit jika dia tahu. Apabila tidak mengetahui tata cara memandikan maka suruhlah orang yang menurut kalian memiliki kewaroan dan amanah.” (HR Ahmad).
Sementara itu, Ibu Siti Alimah, S.Si menambahkan pentingnya memperhatikan protokol kesehatan dalam proses perawatan jenazah. “Pengetahuan tentang penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sangat penting agar perawatan jenazah tetap aman dan sesuai standar kesehatan,” jelasnya.
Kegiatan ini ditutup dengan praktik langsung perawatan jenazah sesuai tuntunan tarjih dan protokol kesehatan. Dalam penutupannya, Ibu Sri Fatmawati berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan dan menjangkau peserta dari daerah-daerah lain di luar Kota Palangka Raya. “Kita berharap kegiatan ini menjadi sarana penguatan ideologi Islam Berkemajuan dalam layanan dakwah sosial Aisyiyah dan Muhammadiyah,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, PWA Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya dalam menghadirkan dakwah yang berorientasi pada kemanusiaan, pelayanan umat, dan penguatan kapasitas kader perempuan Muhammadiyah di bidang layanan sosial keagamaan.(ms)