Meneladani Perjuangan Amar bin Ash: Bersama Ustadz Dr. Arliansyah

SHARE

Palangka Raya, Jumat 22 Agustus 2025 – Dalam program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Palangka Raya, Ustadz Dr. H. Arliansyah, M.Pd.I hadir sebagai narasumber dari pengurus Majelis Ulama Indonesia kota Palangka Raya dengan mengangkat judul “Keteladanan Amar bin Ash dalam Perjuangan Islam”. Siaran yang berlangsung secara interaktif ini menghadirkan refleksi mendalam tentang sejarah Islam serta relevansinya dengan peringatan 80 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2025 ini.

Amar bin Ash: Dari Penentang Islam Menjadi Pembela Islam

Ustadz Arliansyah menjelaskan bahwa Amar bin Ash adalah salah seorang sahabat Rasulullah SAW yang perjalanan hidupnya penuh pelajaran. Awalnya, Amar termasuk tokoh Quraisy yang menentang dakwah Islam, bahkan sempat berupaya menghalangi hijrah kaum Muslimin ke Habasyah. Namun berkat hidayah Allah, Amar akhirnya masuk Islam menjelang penaklukan Makkah.

Sejak keislamannya, Amar bin Ash menunjukkan dedikasi luar biasa. Ia diangkat Rasulullah SAW menjadi panglima dalam beberapa ekspedisi dakwah dan dikenal sebagai sosok cerdas, berani, serta mampu memimpin pasukan. Salah satu kiprahnya yang masyhur adalah ketika memimpin pasukan Islam di Mesir hingga Islam dapat diterima luas di negeri itu.

“Perjalanan Amar bin Ash memberi pesan bahwa siapa pun yang mendapatkan hidayah Allah akan berubah menjadi pribadi yang mulia. Tidak peduli masa lalunya, yang terpenting adalah tekadnya untuk berjuang di jalan Allah setelah mendapat cahaya iman,” ujar Ustadz Arliansyah.

Hikmah Perjuangan Amar bin Ash dan Kemerdekaan Indonesia

Mengaitkan dengan peringatan kemerdekaan Indonesia ke-80 tahun 2025, Ustadz Arliansyah menegaskan bahwa perjuangan para pahlawan bangsa memiliki semangat yang sejalan dengan perjuangan para sahabat Rasulullah. Para pejuang Indonesia mengorbankan jiwa dan raga demi kebebasan dari penjajahan, sebagaimana para sahabat berkorban demi tegaknya kalimat tauhid.

“Kemerdekaan bukanlah hadiah, tetapi hasil dari perjuangan panjang, pengorbanan, dan persatuan. Hikmah dari Amar bin Ash adalah bahwa perubahan menuju kebaikan harus terus diperjuangkan. Demikian pula kemerdekaan harus diisi dengan amal shalih, persaudaraan, dan pembangunan bangsa yang bermartabat,” jelas beliau.

Interaksi dengan Pendengar

Siaran Mutiara Pagi ini berlangsung interaktif. Salah seorang pendengar bertanya: “Bagaimana implementasi keteladanan Amar bin Ash di kehidupan kita sehari-hari?”

Dengan solutif, Ustadz Arliansyah menjawab bahwa implementasi keteladanan Amar bin Ash terletak pada tiga hal utama:

1. Keberanian Berubah ke Arah Kebaikan – Setiap orang pasti punya masa lalu, namun Islam mengajarkan untuk tidak larut dalam kesalahan. Amar bin Ash berubah total setelah masuk Islam, dan ini menjadi teladan bagi umat agar senantiasa memperbaiki diri.

2. Semangat Juang dan Tanggung Jawab- Amar bin Ash mengajarkan pentingnya tanggung jawab memimpin dan membela kebenaran. Bagi masyarakat Indonesia, tanggung jawab itu diwujudkan dengan mengisi kemerdekaan melalui kerja nyata, bukan sekadar retorika.

3. Kecerdasan dan Kebijaksanaan – Sebagai panglima, Amar bin Ash dikenal cerdas dalam strategi. Di era modern, umat Islam dituntut cerdas dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk bijak menggunakan media sosial, berpartisipasi dalam pembangunan, serta menjaga persatuan bangsa.

Di akhir siaran, Ustadz Arliansyah mengajak pendengar untuk mendoakan para pahlawan bangsa dan para sahabat Nabi yang telah berjuang di jalan Allah. “Kemerdekaan lahir telah kita raih, kini saatnya kita memperjuangkan kemerdekaan batin—terbebas dari sifat malas, korupsi, kebencian, dan segala hal yang merusak diri dan bangsa. Inilah hakikat kemerdekaan sejati dalam pandangan Islam,” pungkasnya.(ms)