Ketua TP PKK Kalteng Tekankan Peran Ibu sebagai Pilar Keluarga pada Puncak Peringatan Hari Ibu 2025

SHARE

PALANGKA RAYA —Puncak Peringatan Hari Ibu Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang digelar pada 2 November 2025 di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, berlangsung khidmat dan penuh pesan inspiratif. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, menyampaikan pentingnya peran strategis seorang ibu dalam membangun karakter anak dan ketahanan keluarga.

Dalam sambutannya, Aisyah menegaskan bahwa ibu adalah *pilar keluarga* yang berperan bersama suami dalam membentuk karakter dan akhlak anak. Ia menyebutkan bahwa perkembangan zaman dan wacana kesetaraan gender tidak mengurangi tanggung jawab seorang ibu dalam keluarga, meskipun banyak perempuan yang juga memiliki peran ganda dalam bekerja dan mengelola rumah tangga.

“Meski ada kesetaraan gender, seorang Ibu yang berperan baik di rumah maupun bekerja tetap memikul tanggung jawab besar bagi keluarganya. Karena itu, para Ibu harus terus belajar agar mampu menjadi perempuan yang berdaya dan berkarya, serta memberi kontribusi bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045,” ujar Aisyah dalam sambutannya.

Pernyataan tersebut disambut positif oleh para peserta, termasuk utusan dari Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Kalimantan Tengah, Sri Fatmawati, M.Pd, yang hadir mewakili organisasi. Sri menilai bahwa pesan Ketua TP PKK Kalteng selaras dengan arah gerakan dan program kerja PWA Kalteng, khususnya melalui Majelis Tabligh yang menekankan pentingnya penguatan keluarga *sakinah, mawaddah, warahmah.

Sri Fatmawati menambahkan bahwa pembinaan keluarga adalah pondasi utama dalam mencetak generasi yang berakhlak dan berdaya saing, sehingga kolaborasi berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk mewujudkan masyarakat yang kuat secara moral dan spiritual.

Peringatan Hari Ibu tahun ini bukan hanya seremonial, tetapi momentum refleksi tentang peran perempuan, khususnya para ibu, sebagai kekuatan moral, pendidikan, dan ketahanan sosial dalam keluarga dan masyarakat.(ms)