Dr. Hj. Muslimah Isi Kajian Dharma Wanita UPR: Tekankan Pentingnya Doa sebagai Ibadah Tertinggi
Palangka Raya — Kajian rutin Dharma Wanita Persatuan Universitas Palangka Raya pada Rabu, 26 November 2025, menghadirkan narasumber Dr. Hj. Muslimah, S.Ag., M.Pd.I. Kegiatan yang diikuti oleh para ibu-ibu dari unsur sivitas akademika UPR yang beragama Islam ini berlangsung hangat dan penuh kekhusyukan, menghadirkan penguatan spiritual yang sangat bermakna di tengah aktivitas keseharian.
Dalam pemaparannya, Dr. Muslimah menegaskan bahwa doa adalah kebutuhan mendasar seorang hamba, bahkan menjadi salah satu bentuk ibadah paling agung di sisi Allah.
Ibu Dr. Mistita yang juga bagian dari Dosen Universitas Palangka Raya, beliau juga pengurus LPPA PWA Kalteng yang mengomentari isi ceramah yang disampaikan oleh ibu Muslimah yang beliau juga sekretaris PWA Kalteng “Doa bukan hanya permohonan, tetapi juga wujud penghambaan dan pengakuan bahwa kita bergantung sepenuhnya kepada Allah,” ujar Misrita.
Muslimah kemudian menguraikan QS. Al-Baqarah ayat 186, yang berbunyi:
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku…”
Ayat ini, jelas Muslimah, menunjukkan kedekatan Allah kepada hamba-Nya tanpa perantara, sekaligus menegaskan bahwa setiap doa pasti didengar, selama diiringi keikhlasan dan kesungguhan.
Selain itu, beliau mengutip hadis tentang keutamaan berdoa:
“Ud’uni astajib lakum” — “Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan bagi kalian.”
Hadis ini menegaskan janji Allah bahwa tidak ada doa yang sia-sia; semua dikabulkan dengan cara terbaik menurut hikmah-Nya.
Dr. Muslimah juga menjelaskan bahwa tingkatan doa tertinggi terdapat dalam sholat, karena seluruh bacaan sholat—mulai dari takbir, Al-Fatihah, hingga tasyahud—adalah rangkaian pujian, dzikir, dan doa yang sangat lengkap. “Inilah mengapa sholat disebut tiang agama. Di dalamnya ada hubungan langsung yang sangat dekat antara seorang hamba dengan Rabb-nya,” tegasnya.
Di akhir penyampaian, beliau berpesan agar berusaha senantiasa menjaga sholat, karena sholat adalah sumber kekuatan batin yang menjaga ketenangan, kesabaran, dan kejernihan hidup. “Siapa yang menjaga sholatnya, Allah akan menjaga hidupnya,” tutupnya.
Kajian ditutup dengan memberikan peluang tanya jawab dan doa bersama, meninggalkan kesan mendalam serta menguatkan semangat para peserta untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah melalui doa dan sholat.(nm)